SEJARAH SINGKAT RA. AZZAAWIYAH

Syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah meridhoi berdirinya RA. Azzaawiyah dengan sederhana, asri dan nyaman. Alhamdulillah dengan kesederhanaannya diawali dengan memiliki 3 Ruang Kelas, 1 Ruang Kepala Sekolah dan Ruang Administrasi, 2 Kamar Mandi. Saat ini RA.Azzaawiyah sudah mempunyai 4 Ruang Kelas, 1 Ruang Komputer Perpustakaan UKS dan Dapur, 1 Ruang Kepala Sekolah dan Administrasi, 2 Kamar Mandi, 1 Ruang Gudang.

RA Azzaawiyah sebagai sarana peningkatan kualitas pendidikan pada jenjang kanak-kanak yang memadukan karakter asli Taman Kanak – Kanak Al-Qur’an dan kurikulum berbasis Raudhatul Athfal di bawah naungan Kementrian Agama dengan Kepala Sekolah Hj.Ida Farida S.Ag sejak berdiri sampai sekarang. Di dukung oleh tenaga pendidikan dan pengasuh yang punya semangat tinggi, ikhlas dan sabar dalam membimbing dan mendidik anak-anak bangsa agar menjadi anak-anak yang sholeh, cerdas dan berkarakter islami.

Seiring dengan perkembangan zaman, RA Azzaawiyah berusaha untuk melakukan pembenahan ke dalam dengan maksud meningkatkan kualitas hasil didik yang membawa kebaikan bagi RA dan para siswa itu sendiri. Dalam hal itu RA Azzaawiyah mengikuti dan bergabung dengan IGRA Kecamatan Pesanggrahan dan banyak mengikuti lomba-lomba baik yang diadakan oleh Sekolah Dasar Swasta, IGRA Kecamatan, IGRA Jaksel sampai IGRA tingkat DKI dengan berbagai prestasi, mulai juara satu di beberapa bidang lomba dan harapan, dan hampir setiap lomba kita dapatkan.

Ungkapan terima kasih kami haturkan kepada Bapak dan Ibu yang telah mempercayakan buah hatinya kepada kami untuk di didik. Kepercayaan anda adalah amanah bagi kami, sehingga RA Azzaawiyah selain merupakan lembaga pendidikan tetapi juga sebagai rumah kedua yang memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi anak didik dan berdoa untuk masa depan anak didiknya.

Kami menyadari bahwa tugas kami sangat berat untuk mengantar dan menjadikan putra putri anda sesuai harapan. Namun kami yakin tugas berat itu dapat kami pikul bersama-sama antara guru, orang tua, dinas terkait dan lingkungan sekitar untuk mewujudkannya, karena pada fitrahnya anak itu suci bagaikan kertas putih yang belum diberi nama, maka orang tua mempunyai kewajiban dalam membentuk, mengarahkan dan menjadikan anak itu sesuai harapan, Aamiin Ya robbal ‘Alamiin.